PENERIMAAN ANGGOTA BARU 2009/2010 TELAH DIBUKA

September 4, 2009 at 1:47 am (Uncategorized)

Di bawah naungan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), kepanitiaan PAB 2009/2010 telah terbentuk. Panitia PAB yang tahun ini diketuai oleh Dwi Zahra F. telah membuka pendaftaran anggota baru sejak Kuliah Umum dan Bimbingan Akademik UPI dimulai tanggal 26 Agustus yang lalu. Peminat yang tertarik untuk mendaftarkan diri dipersilakan mendatangi sekretariat Teater Lakon di ex-Gedung Olahraga (Gedor) UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung. Informasi lebih lanjut akan terus di-update di Facebook kami. Terima kasih.

Facebook: Teater Lakon

E-mail: lakon_teater@yahoo.com

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Musyawarah Teater (Muter) Teater Lakon

Juli 7, 2009 at 10:40 am (Uncategorized)

Pada tanggal 2-3 Juli 2009 Teater Lakon menggelar musyawarah besar bernama Musyawarah Teater (Muter). Pada kesempatan tersebut kepengurusan Teater Lakon di bawah pimpinan Tri Asih Puspitaningtyas melaporkan pertanggungjawaban selama satu tahun ke belakang.

Dibutuhkan waktu selama satu malam sampai sidang pleno demi sidang pleno berakhir. Melalui pemilihan dua putaran dan diskusi yang  sangat alot, Jajang Rahmat didaulat sebagai Ketua Teater Lakon dan Agung Purnama Putra sebagai Wakil Ketua Teater Lakon masa bakti 2009-2010.

Kami mohon doa restu agar di bawah kepemimpinan yang baru Teater Lakon dapat berkarya lebih baik lagi. Amin.

Permalink 1 Komentar

Blog Baru

Maret 19, 2009 at 4:46 pm (Uncategorized)

kunjungi juga blog kami yang lainnya www.teaterlakon.blogspot.com

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

JUARA FESTAMASIO IV

Maret 13, 2009 at 9:21 am (Uncategorized) (, , , , , , , , , )

“Festamasio ! Jadi !”

“teater LAKON ! Bisa !”

Itulah kata-kata yang selalu kami ucapkan bersama-sama seusai latihan.

Sebuah proses latihan yang cukup panjang…

Dimulai dari bulan Agustus tahun 2008, yang pada saat itu karena beberapa hal, hampir saja kami membatalkan untuk ikut serta dalam ajang FESTAMASIO. Namun karena “dukungan” dari para senior yang cukup besar akhirnya kami membuat naskah 88,08 FM. Naskah ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh salah satu senior kami yaitu Abah Renggo. Namun seiring dengan berjalannya proses, maka naskah dan pementasan ini mengalami banyak sekali perubahan.

Proses membuat naskah dan latihan pada saat itu (karena mengejar target membuat video untuk seleksi) memakan waktu sekitar 3 minggu. Pementasan pun dilakukan untuk keperluan pembuatan video rekaman yang harus dikirimkan pada panitia, dengan dana yang sangat minim akhirnya pementasan terkesan seadanya. Setelah video dikirim, kami harus menunggu sekitar 1 bulan. Namun sayang, tiba-tiba saja panitia mengumumkan bahwa pengumuman siapa saja yang lolos seleksi harus diundur 1 bulan lagi karena beberapa hal. Kecewa…itulah yang kami rasakan pada saat itu. Tentu saja kemunduran jadwal ini sangat meresahkan kami para pengurus teater LAKON karena hal ini akan mempengaruhi terhadap berlangsungnya program kerja yang telah disusun sedemikian rupa. Kami merasa digantung …sampai kapan kau gantung …oh panitia Festamasio…

Entah apa yang sesungguhnya terjadi dengan panitia Festamasio Jakarta. Festamasio yang diadakan setiap 2 tahun sekali ini molor dari jadwal yang seharusnya digelar pada tahun 2007. Akhirnya Festamasio IV pun JADI dilaksanakan di Jakarta pada bulan Februari-Maret 2009 (inipun molor dari jadwal yang seharusnya digelar pada bulan Desember 2008). Kekecewaan kami terhadap panitia tidak sampai disini, selama proses latihan berlangsung tim produksi teater LAKON selalu berusaha untuk meng-udpate informasi dari pihak panitia dan senantiasa selalu ada perubahan yang terjadi disana-sini sampai pada hari-H.

Kembali pada proses latihan….

Setelah pembuatan video, proses 88,08 FM sempat terhenti karena adanya agenda acara Panca Drama yang merupakan salah satu program kerja teater LAKON pada saat itu. Setelah ada pengumuman, ternyata kami lolos seleksi dan berhak untuk pentas di Jakarta. Antara senang dan bingung. Senang karena kami tidak menyangka dengan proses latihan yang hanya 3 minggu itu bisa meloloskan kami untuk ikut serta Festamasio. Bingung karena berarti kami harus bekerja ekstra keras agar punya ongkos ke Jakarta. Pada pertengahan Desember, proses latihan dan produksi 88,08 FM pun dimulai..lagi.

Proses latihan dalam 1 minggu ada 4 kali pertemuan dan 1 minggu sebelum pentas ke Jakarta ditambah menjadi setiap hari. Selama proses latihan ini berlangsung tentu saja ada kendala yang harus dihadapi, para pemain yang sering terlambat misalnya, klise memang, tapi itulah kenyataannya. Selain itu, kendala yang fundamental dan cukup sulit kami atasi pada saat itu adalah DANA yang sangat terbatas. Bagaimana tidak, proposal permohonan bantuan dana yang kami ajukan pada pihak rektorat belum juga cair (maklum harus melalui birokrasi), proposal yang kami ajukan pada pihak sponsor pun tak menghasilkan uang sedikitpun. Alhamdulillah, pada saat itu sang sutradara 88,08 FM berbaik hati mau meminjamkan uang tabungannya pada kami. Lumayan lah buat bikin set panggung dan properti sedikit demi sedikit. Sutradara dan para aktornya terus giat berlatih padahal dilain sisi sang pimpro ketar-ketir karena uang semakin menipis dan belum ada suntikan dana. Tapi kami tak pernah patah semangat, kami terus berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, dari beberapa senior, kami mendapatkan sumbangan yang cukup lumayan untuk nambah-nambah biaya bikin artistik…

Sebelum ke Jakarta, 88,08 FM ini pentas dulu di kampus UPI, selain untuk presentasi pada publik Bandung tentunya juga untuk nyari dana tambahan. Yah…tidak terlalu besar memang tapi sekali lagi lumayan. Namun yang sangat disayangkan adalah tak ada satupun para birokrat UPI yang hadir menonton pementasan tersebut….yah kalau tidak nyumbang dana mbok ya dateng saja minimal untuk menunjukkan kepeduliannya…ya to?

Yo wis lah…mungkin para birokrat UPI itu terlalu sibuk mengurus urusannya masing-masing atau mungkin mengurus UKM yang lain barangkali??

Kekecewaan terhadap pihak kampus tidak sampai disini….3 hari menjelang keberangkatan, dana belum juga cair…(tapi kami ndak takut kok, siap buat ngegembel) tapi masa iya pihak kampus tega membiarkan para pejuang yang membawa nama baik kampus ke kancah nasional ini ngegembel, ya to?

Akhirnya, dana yang kami tunggu bisa cair juga sehari setelah kami tiba di Jakarta (tidak terlalu besar memang, tapi sekali lagi lumayan). Pokoknya hanya dengan modal nekad dan semangat, kami memberanikan diri untuk terus bertarung di Jakarta. Alhamdulillah, 8 hari kami berada disana, ternyata perjuangan kami membuahkan hasil. Pada malam pengumuman juara ternyata teater LAKON mendapat 3 gelar juara untuk kategori :

  1. Aktor Terbaik.
  2. Sutradara Terbaik.
  3. Grup Terbaik 1.

Tak perlu banyak omong dan banyak tingkah…tapi kami bisa membuktikan bahwa kami bisa berprestasi di kancah nasional. Kami berharap pihak kampus pun bisa lebih peduli dan lebih mendukung kegiatan kami selanjutnya…

salam budaya

Tri Asih Puspitaningtyas

(Ketua Umum teater LAKON)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KONSEP GARAP 88.08 FM

Februari 22, 2009 at 5:23 pm (Uncategorized) (, , , , , , , , , , )

Naskah drama sebelum dipentaskan adalah sesuatu artefak atau sesuatu yang mati. Saya bertanggung jawab menafsirkan dan menghidupkan teks dengan kemampuan visualisasi imajinasi. Naskah 88,08 FM tercipta dan terinspirasi dari kisah nyata, banyak sekali nama tokoh dan peristiwa yang hampir sama dengan kejadian aslinya. Namun membaca naskah drama 88,08 FM adalah membaca sebuah cerita fiksi, nama tokoh, alur, dan peristiwa hanyalah sebuah rekaan belaka sama sekali tidak bisa dibandingkan dan disamakan dengan kejadian aslinya. Sehingga saya mempunyai wewenang untuk mengedit naskah itu sesuai kebutuhan pementasan.
Ada keterkaitan antara teks drama dan pementasan yang menyebabkan pementasan berfungsi sebagai pemberi penafsir yang kedua bagi teks drama. Sebagai sutradara, tugas pertama adalah menafsirkan, menelaah, membedah naskah drama terlebih dahulu. Kemudian memikirkan kemungkinan terdukung tidaknya penafsiran itu menjadi sebuah pementasan.
Konsep pementasan untuk mendukung penafsiran terhadap naskah 88,08 FM adalah menggunakan konsep Realisme. Mengutip dari berbagai sumber, Teater realisme sifatnya sastrawi (literrer). Bahasa sangat menonjol sehingga terkesan verbal. Hal ini dapat dimengerti karena hanya dengan bahasalah cocok untuk mengungkapkan yang bersifat intelektual dan analitik. Gambaran obyektif tentang dunia, kecenderungan menempatkan kedudukan individu pada tempat yang sangat dominan serta kecenderungan memandang hakikat drama sebagai konflik telah menggerakkan suatu proses konvensionalisasi terhadap para penata panggung (stage, propertys dsbnya), gaya berperan dan cara menulis naskah..
Individu-individu yang hadir di atas pentas mewakili dirinya sendiri, mereka hadir dalam keberagaman atau keunikan di dalam pikiran, perasaan, temperamen dan pandangan hidup. Mereka adalah manusia darah daging yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam realisme, protagonis dan antagonis merupakan sarana pelaksana konflik. Ia adalah tokoh yang bertentangan dengan setengah pihak lainnya, baik lingkungan sosial, atau alam. Ia berusaha mengalahkan, menundukkan lawannya dan menyadari keterbatasan, kelemahannya dengan tabah maka terjadilah tragedi. Jika mereka dapat menerima kelemahan dan keterbatasannya dengan tertawa maka lahir komedi. Apapun yang terjadi pihak protagonis dan antagonis merupakan individu yang menentukan.
Naskah 88,08 FM sangat berpotensi untuk dipentaskan dengan multidisiplin ilmu seni lainnya seperti Seni Rupa, Tari, dan Musik. Kami juga melibatkan UKM (unit Kegiatan Mahasiswa) lainnya untuk membantu proses pementasan ini seperti: UKM ESKA, ASAS, dan BOXER. ESKA membantu memberikan workshop kepenyiaran, ASAS membantu dalam diskusi seputar naskah, dan BOXER membantu pelatihan olah tubuh dan teknik beladiri. Dalam beberapa adegan, tari dan nyanyi sangat menonjol. Selain untuk menambah nilai estetik bisa juga berperan sebagai media kritik lewat parodi lagu dan bahasa tubuh.
Dalam garapan ini saya hanya menggunakan tiga tipe casting, yaitu: Casting to type untuk menentukan pemain berdasarkan kecocokan fisik pemain dengan peran tokoh yang diembannya seperti tokoh Encep Hikayat sebagai preman yang menjadi Bupati., Antitype casting yaitu penentuan pemain dengan mempergunakan teknik kontroversi yaitu peran tokoh yang digunakan kepada pemain bertolak belakang dengan keadaan fisik, seperti tokoh-tokoh parodi dalam naskah ini, Casting to emotional temperament menentukan pemain berdasarkan kecocokan watak dan kepribadian pemain dengan tokoh peran yang akan diperankannya. Pendekatan pemeranan dengan metode psikologi sangat sesuai untuk menganalisa tokoh-tokoh yang diciptakan dalam lakon ini. Tokoh-tokoh dalam drama ini hadir sebagai individu-individu yang ada dalam keseharian dengan karakter penuh kontradiksi.
Konsep artistik adalah modern minimalis. Agar mudah dicerna dan dipahami oleh masyarakat luas, pementasan 88.08 FM ini sengaja kami buat seringan mungkin. Teknik visual yang menggiring penonton untuk berada dalam studio siaran. Panggung dibagi menjadi tiga ruang yaitu studio radio, ruang tamu, dan depan rumah. Ketiga ruang itu kadang menjadi satu bagian yang utuh dan kadang berubah menjadi tiga ruang yang berbeda. Property dan perangkat artistik dibuat multifungsi seperti manfaat kotak (box) bisa digunakan sebagai kursi, meja, bahkan pintu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MENUJU FESTAMASIO

Januari 11, 2009 at 6:45 pm (Uncategorized) (, , , , , , , )

salam budaya
maaf sekali buat temen-temen lakon kalau ngunjungi blog ini isi materinya cuman itu-itu saja. Sebenarnya banyak sekali yang ingiun ditulis, tapi ternyata waktu tak mengijinkan untuk itu (hehehe). saat tahu kalau kita lolos seleksi FESTAMASIO kontan semua anggota bingung dan seneng. senengnya dulu neh, seneng karena kita mampu bersaing dengan grup teater kampus se Indonesia. Bingungnya? berarti mesti banyak yang harus kita pikirkan. dari mulai cari dana dan sebagainya. belum lagi ketatnya agenda tahunan teater lakon yang membuat kita agak kewalahan bagi waktu. but show must go on lah, kata bahasa asing mah. kita tetep kudu jalanin.
sekarang aja banyak sekali jadwal. dari mulai latihan sampai bikin artistik panggung.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PANCA DRAMA

November 1, 2008 at 4:18 pm (Uncategorized) (, , , , , , , , , )

Salam Budaya

buat para pecinta seni teater di jagat raya, pada bulan November dan Desember 2008 ini, Insya Allah kami akan menggelar beberapa rangkaian pementasan naskah drama yang kami beri judul Panca Drama. Panca Drama merupakan sebuah realisasi dari program-program yang telah dicanangkan dalam kepengurusan Tri Asih Puspitaningtyas. dimana di dalamnya ada Lima naskah drama yang akan dipentaskan. kelima naskah drama itu antara lain :

1. Lelaki Itu Mengaku Bernama Jamal (jamal-teater Garasi)

2. Cucunguk (Yosef Iskandar) sutradara Lela Orange

3. Terdampar sutradara M Aditya

4. Orang Kasar (Anton P Chekov) sutradara Chandra Kudapawana

5. 88.08 FM (Bobby Getih) Sutradara Sahlan Bahuy

untuk info lebih lanjut dan pemesanan tiket (khusus buat pertunjukan dari teater Garasi dan naskah 88.08 FM) silahkan hubungi saudara Ochan di    0852 2007 3464

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Menyongsong generasi baru

Oktober 8, 2008 at 5:01 pm (Uncategorized) (, , , , , )

sebentar lagi masa Diklat teater LAKON dimulai. itu artinya ada sesuatu yang harus dikerjakan dengan penuh kesungguhan. Menanggapi beberapa komentar tentang jumlah anggota yang berhasil lolos ujian akhir tingkat pertama (keaktoran), yang kadang bisa membuat dahi berkerut. Di masa sekarang, saat keberadaan teater mulai tersisihkan oleh akting kelas teri dari para pemain sinetron, toh tetap saja setiap tahunnya ratusan orang berbondong-bondong datang ke “bengkel” teater LAKON. Tapi kenapa pada akhirnya hanya berapa gelintir saja yang sanggup melantunkan hymne sakral teater LAKON? itu kembali pada kita. pada semua semangat dan kesungguhan kita dalam upaya belajar seni peran dan kehidupan.

sungguh tidak ada sesuatu dalam tubuh teater LAKON yang membuat orang kesurupan dan mengundurkan niatnya untuk bergabung menjadi anggota biasa. Kalau boleh dikatakan itu adalah seleksi alam, dengan artian niat mereka yang belum kuat. Ada pula kesibukan-kesibukan lain yang menyita waktunya hingga tidak bisa meluangkan sejenak untuk duduk atau berjingkrak-jingkrak, teriak-teriak, ,mengikuti materi dasar seni peran. selain itu kebutuhan emosional juga sering menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang mundur. biasanya hal demikian sering dialami oleh kaum hawa. Banyak diantara mereka yang tidak mendapat izin oleh sang kekasihnya, padahal teater LAKON tidak membutuhkan waktu banyak, hanya satu hari dalam seminggu.

so…buat temen-temen yang belum mendaftar, mumpung masih ada kesempatan silahkan datang bersilaturahmi ke sekretariat kami. Jangan pernah ragu untuk belajar teater, karena di sana kita tidak hanya belajar bagaimana caranya bermain drama atau film. tetapi ada yang jauh lebih berharga, yakni belajar bagaimana menghargai waktu dan kehidupan. Sebenarnya itulah inti pembelajaran teater bagi kami. Jangan pernah ragu dan takut akan jumlah orang yang gagal. itu semua tergantung kita, Karena bagaimanapun juga dalam hidup kita harus menentukan pilihan.

selamat datang di teater LAKON.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

New Spirit

Agustus 10, 2008 at 6:37 pm (Uncategorized)

kenapa mesti ada semangat baru? hal itu bukan berarti semangat yang dulu telah padam, tapi sebagai manusia kita harus bisa terus berupaya untuk mewujudkan semua impian. Ketika kami (teater LAKON) mendapat sebuah masalah tentang kegiatan FESTAMASIO IV, baik itu kendala teknis dan non teknis, hampir semua anggota (Biasa, Kehormatan, Luar biasa) seakan larut dalam sebuah renungan dalam. tentang arti sebuah kebersamaan dan tujuan.

akhirnya tepat pada 8 Agustus 2008 yang lalu, terbit sebuah kebijakan baru. Bahwa dengan sangat terpaksa kami harus mengganti naskah dan sutradara untuk FESATAMASIO. Alasannya, karena waktu yang terus mendesak agar kami segera bertindak. Adapun kebijakan baru itu melahirkan suatu pernyataan jika naskah “Drupadi Gugat” digantikan dengan naskah baru berjudul “88.08 FM”. begitupun dengan sutradranya, karena sutrada yang terdahulu terbentur masalah akademik, kami mengambil kebijakan lagi dengan ditunjukanya saudara Sahlan Bahuy sebagai arsitek pertunjukan.

Akhirnya harapan kami semua kembali terbentang lebar, semoga dengan adanya naskah dan sutrada baru ini akan memicu pula tumbuhnya semangat baru dalam diri teman-teman yang terlibat. Semangat yang tidak akan pernah padam meski hujan kerap mengguyur dalam dunia teater LAKON. Semangat yang selalu membara seperti halnya, matahari teater LAKON. Dan tak lupa pada teman-teman semua, besar harapan kami untuk selalu meluangkan waktu datang dan bersilaturahmi dengan kami. Karena kunjungan kalian merupakan mutiara bagi garapan ini.

FESTAMASIO “Jadi!”

LAKON “Bisa!”

Permalink 3 Komentar

PAB teater LAKON

Juli 31, 2008 at 8:43 am (Uncategorized)

program Penerimaan Anggota Baru sebentar lagi dibuka. bagi temen-temen yang berminat gabung dengan teater LAKON silahkan ambil formulir di sekretariat atau bisa langsung download disini. jangan lupa kabari juga semua tetangga,saudara, adik, pacar,suami,kakek,nenek,uyut, tentang kabar gembira ini. karena teater LAKON membuka kesempatan untuk belajar berteater bukan untuk mahasiswa upi saja, tapi terbuka untuk umum tanpa batas usia (kalau mampu).

selama diklat berlangsung, calon anggota teater LAKON akan digembleng langsung oleh pakar-pakar kahot di dunia perteateran. sebut saja nama-nama seperti : Ayi Kurnia Iskandar, Dedi warsana, Gusjur Mahesa, Iman Soleh, Yosef Muldiana, Anggiat Tornado, dll. beliau-beliaulah yang nantinya akan mencoba mentransfer ilmu dan pengalaman mereka dalam seni peran.

buat temen-temen yang sudah menjadi anggota, kami harap bisa kumpul lagi. kita telah kedatangan adik-adik tercinta yang perlu sentuhan halus tangan kita. buat informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website ini, kami berusaha untuk meng up date setiap informasi yang baru, atau bisa hubungi saudara sandi.

Permalink 1 Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.